Kalau ini bisa dilakukan, sekalian dengan pengiriman ke konsumen pakai armada dari pabrik…hehhehe..
Jelas mustahil meski sekarang mungkin sudah akan berubah. Jadi di dunia perdagangan dan industri itu dikenal dibagi antara manufaktur dan distributor.
Kalau manufaktur juga akan distribusi, itu mahal. Anda bayangkan anda punya pabrik teh celup dan kemudian anda harus punya gudang dan kantor seluruh Indonesia untuk menjual teh celup anda. Tak ada manufaktur yg sanggup.
Nah, distributor adalah perusahaan yg fokus di distribusi, ada yg punya jaringan seluruh wilayah dan ada yg hanya sebagian wilayah. Tapi distributor teh celup tak akan mau hanya distribusikan teh saja, mungkin juga kopi dan coklat. Artinya yg punya jaringan distribusi bisa efisien karena mendistribusikan banyak barang dari banyak pabrik.
Hal ini penting dengan beberapa industri yg perlu dukungan support. Kalau di mobil dikenal principal, manufaktur dan sales/service office. Di group Astra, principal Toyota dan distributornya adalah Auto 2000. Dulunya mereka dalam Astra group tp kemudian Toyota Astra Motor jadi perusahaan sendiri dengan saham mayoritas Toyota Jepang.
Tapi sekarang paradigma sebagian berubah karena penjualan online terutama utk produk retail dan consumer goods. Banyak manufaktur bisa membuka portal jualan online dan distribusinya pakai ekspedisi. Nah kalau produk yg bukan fast moving, ini bisa dilakukan. Tapi kalau product fast moving di consumer goods ini bakal sulit. Mustahil kan anda beli gula 1 kg dengan pesan di tokopedia ? Biaya kirim 9000 dan harga gula mungkin 13000. Nah jaringan distributor bisa efisien di logistik. Dari pabrik pakai container sehingga shipping cost sampai retailer bisa jadi cuma 2000 perak per kg. Jadi akan lebih murah beli gula di warung sebelah dari pada di tokopedia.
Jadi jelas ya apa alasannya tak menjual langsung, apalagi mengirim langsung 1 kotak teh celup dari pabriknya ke rumah anda pakai armada pabrik.
0 Komentar