Fungsi Clapperboard sendiri ialah Karena pembuatan film itu tak sekali rekam dari awal sampai akhir, tapi dari potongan-potongan scene, yg kadang-kadang harus beberapa kali pengambilan. Potong-potongan scene itu ada kode dan nomornya dan jika dirangkai dengan benar akan menjadi satu kesatuan film bersambungan. Di clapperboard ada info scene, take, roll, tanggal, sound, dll.
Jadi bisa dibayangkan setelah pengambilan gambar, maka editor akan punya ratusan/ribuan banyak roll film/file film digital dari setiap scene. Bagaimana cara merangkainya ?
Jadi Editor akan melihat ke script naskah secara urutan dimana ada nomor scenenya, kemudian mencari scenenya dan kemudian digabung, sampai seluruh scene digunakan dan moga-moga saja tak ada scene yg terlupakan diambil gambarnya meski itu bisa jadi sering terjadi. Ciri-cirinya di film, stage agar berbeda karena pengambilan diambil lama setelah urutan scenenya.
Clapperboard direkam di awal agar supaya nanti operatornya tak bingung ini akan masuk scene mana pada saat film di compile dan juga untuk mensinkronkan gambar dan suaranya yg juga diambil terpisah.
0 Komentar